[Writing Prompt] Excuses

Excuses

100 Challenge Writing Prompts:
Excuses

Baekhyun (EXO) / Irene (Red Velvet) || Romance || One Shot || G
Summary: 
Ya, Baekhyun dan Irene sedang terlibat dalam kasus scandal yang pelik.
Warning:
Fiksi ini bisa menimbulkan kebencian dan fanwar kepada si penulis. fufufu

Iruza Izate@2015


Entah sudah berapa kali Baekhyun memijat pangkal tulang hidungnya. Baru beberapa menit dia duduk di sana tapi kepalanya sudah berdenyut nyeri dan penglihatannya tampak buram dan berkunang. Bagaimana tidak? Visualnya terus saja di serang oleh cahaya yang menyilaukan dari flash kamera wartawan dari berbagai sudut ruangan bahkan sejak dirinya menampakkan diri. Selain sinar jepretan kamera yang tak berhenti menyerangnya, Baekhyun juga harus bertahan dari berbagai pertanyaan yang menuntut untuk dijawab yang di ajukan oleh beberapa orang.

Ya, karena saat ini dia sedang ada di tengah-tengah acara jumpa pers.

Tapi beruntunglah, Baekhyun tidak sedang duduk sendirian di meja panjang yang diatasnya terdapat berbagai jenis microphone seorang diri. Dia ditemani oleh manajer dan seorang juru bicara yang di tunjuk dari manajemennya untuk membantunya menjawab pertanyaan-pertanyaan berbahaya dari para wartawan.

Selain Baekhyun, manajer, dan juru bicara, ada satu orang lagi yang mengisi tempat duduk yang tersisa pada meja panjang tersebut. Dia duduk cukup memepet sebelah kiri Baekhyun. Sedari tadi dia terus saja diam di tempatnya, sambil sesekali tersenyum tipis ke arah kamera-kamera yang terus saja memburu gambarnya. Baekhyun tak menyalahkannya yang teralu banyak diam dan terkesan menyerahkan semua pertanyaan di babat habis oleh si juru bicara dan Baekhyun, kerena memang Irene adalah gadis yang suka mengunci mulutnya rapat. Dia bukanlah tipikal gadis cerewet yang bisa meramu kata-kata terbaik untuk dijadikan topik artikel wartawan. Maka dari itu, alangkah bijaksana lah kalau dia tak banyak berbicara. Karena kesalahan kata sedikit saja yang ia ucapkan, maka scandal yang menimpa mereka akan berkembang tak terkendali seperti wabah penyakit.

Ya, Baekhyun dan Irene sedang terlibat dalam kasus scandal yang pelik. Jika mereka berdua melakukan sedikit saja kesalahan pada jumpa pers kali ini, maka kondisi mereka tak lebih dari seperti membasuh luka dengan air garam.

Irene sendiri tidak ingat kapan scandal dirinya dan Baekhyun mewabah kepada khalayak umum. Yang Irene ketahui adalah, ada seseorang yang diam-diam mengambil gambar dirinya dan Baekhyun yang sedang masuk kedalam lift yang sama pada salah satu gedung televisi swasta. Gambar itu menyebar di media sosial dan dari situ muncul lah berbagai spekulasi-spekulasi dari berbagai versi, dan ditambah lagi dengan pemberitaan media yang tidak memiliki titik sumber yang akurat, membuat berita yang sepele ini menjadi pemberitaan headline.

Dampaknya, Irene tak punya waktu tidur yang cukup. Banyak masalah baru yang muncul menyusul kabar tentang dirinya menjadi buah bibir masyarakat. Banyak jadwal syuting dan pemotretan miliknya yang di tunda ataupun di batalkan. Karena masalah itu Irene juga harus membatasi diri untuk muncul di depan umum. Bukan karena apa, tapi Irene harus bisa menjaga diri karena sejak itu dia menjadi sasaran empuk kemarahan fans fanatik Baekhyun. Parahnya lagi, rupanya bukan fans Baekhyun saja yang berpotensi bisa melukainya, tapi fans fanatik Taeyeon  juga ikut menyerangnya.

Taeyeon adalah seorang diva terkenal yang memiliki banyak penggemar tersebar di seluruh negara, bahkan kepopulerannya menyebar hingga ke negara-negara tetangga. Beberapa bulan yang lalu Baekhyun dan Taeyeon sempat dikabarkan berkencan. Pemberitaan tentang pasangan baru itu langusung menjadi trending topik selama beberapa minggu dan artikelnya menjadi yang paling banyak dibaca di berbagai portal berita. Kemunculan pasangan heboh ini menimbulkan banyak asumsi, pro dan kontra. Ada yang setuju dengan hubungan mereka, namun ada juga yang tidak karena mereka pikir hubungan Baekhyun dan Taeyeon merupakan bentuk propaganda baru manajemen untuk mengalihkan perhatian masa dari pemberitaan korupsi yang dilakukan oleh salah satu pejabat pemerintahan.

Hubungan Taeyeon dan Baekhyun menjadi bias dan bahkan beberapa orang justru lupa kalau mereka berdua pernah di konfirmasi menjadi sebagai pasangan selebriti. Bukan karena apa, karena memang Baekhyun dan Taeyeon tidak pernah terlihat bersama di depan umum, momen manis mereka tidak pernah terekam kamera media, mereka tidak pernah terlihat sedang benar-benar berkencan, maka dari itu banyak orang yang mempercayai itu sebagai rumor isapan jempol. Pada akhirnya, lambat laun masyarakat melupakan eksistensi pasangan itu seiring dengan pemberitaan lain muncul ke permukaan. Yang tak menyukainya lambat laun menghilang dan lupa, yang menyukainya hanya bisa diam-diam berdoa semoga pasangan itu bisa terlihat bersama suatu hari nanti.

Beberapa bulan semenjak pemberitaan heboh Baekhyun dan Taeyeon mereda, rumor baru yang lebih menggemparkan tentang Baekhyun kembali muncul. Tentu saja, karena kali ini berita yang beredar di masyarakat adalah Baekhyun berkencan dengan Irene setelah putus dari Taeyeon. Seperti sekumpulan unta  yang menemukan oasis di tengah gurun pasir, berita ini seperti umpan yang sempurna untuk memancing perhatian berbagai kelompok masyarakat. Dan tentu saja seperti kemunculan pemberitaan Baekhyun dan Taeyeon, scandal yang menyangkut Irene kali ini juga menjadi trending topik di berbagai jejaring sosial dan berbagai portal berita di seluruh negaranya.

Menanggapi kekacauan yang terjadi kali ini, manajemen mereka akhirnya membuka acara jumpa pers untuk mengkonfirmasi bahwasanya Baekhyun dan Irene tidak menjalin hubungan apa-apa. Hubungan mereka berdua tidak lebih dari sekedar partner kerja dan foto mereka yang beredar di media sosial sama sekali tidak membuktikan suatu hubungan apapun. Ya, karena pada saat foto itu di ambil Baekhyun dan Irene memang tidak sengaja bertemu dan akhirnya berbincang-bincang singkat ketika ada di lift. Ya, mereka berdua hanyalah teman dan apapun yang orang-orang kira tentang hubungan mereka adalah dugaan yang keliru.

Irene bersyukur menejemen mereka bertindak cepat atas peristiwa ini. Dengan begini, hidup Irene bisa kembali normal dan bisa melakukan kegiatannya tanpa ada gangguan lagi.

Tapi, tampaknya Irene tidak bisa langusng puas begitu saja ketika Baekhyun mengatakan satu deret kalimat kritis yang menggelitik telinga wartawan setelah salah satu pertanyaan terlontar langsung padanya.

“Jadi, anda dan nona Irene tidak punya hubungan apa-apa selain sebagai partner kerja? Jadi apakah jawaban ini memberikan penjelasan bahwa anda dulu benar-benar pernah berkencan dengan Taeyeon?”

Uhm,” Baekhyun tersenyum singkat sebelum mengangkat kembali microphone-nya ,”Apa aku sebelumnya bilang pernah berkencan dengan selebriti?” katanya santai dan langsung mendapat sambutan suara riuh wartawan yang berebut mengajukan pertanyaan.

“Apakah itu berarti berita tersebut hanyalah rumor?”

“Lantas bagaimana dengan foto-foto anda bersama Taeyeon yang telah tersebar? Bisakah anda menjelaskan?”

“Apakah anda mengatakan ini karena anda takut penggemar anda pergi?”

“Anda lebih memilih Taeyeon ataukah Irene?”

Irene terbatuk, tersedak ludahnya sendiri ketika pertanyaan itu masuk ke pendengarannya. Tangannya langsung bersuhu dingin, panik mulai menjalar dari ujung kakinya. Tapi reaksi yang Baekhyun tampakkan sungguh kontras dengan apa yang Irene alami. Pria itu tampak tenang dan santai sama seperti sebelum-sebelumnya, meskipun kini urat di sisi lehernya mulai muncul karena merasa kesal dengan tikaman pertanyaan semacam ini, tapi dia bisa mengendalikan dirinya dengan cukup baik.

“Jawaban apa yang anda harapkan dariku?” kata Baekhyun, di susul dengan suasana sepi menegangkan setelahnya. Para wartawan kini diam, menunggu perkataan Baekhyun selanjutnya.

Ini benar-benar pertanyaan bodoh. Jika Baekhyun tidak menggunakan kata-kata terdiplomatis yang dia punya, maka publik akan berasumsi macam-macam. Belum lagi dengan berbagai imbuhan bumbu pelengkap ala wartawan yang bertujuan untuk memprofokasi dan menggiring opini publik. Keadaannya terjepit. Jika Baekhyun mengatakan Taeyeon, maka rumor kencan mereka beberapa bulan yang lalu akan kembali terangkat. Tapi jika Baekhyun menjawab Irene, maka rumor mereka yang harusnya di luruskan akan semakin jauh dari fakta dan terus saja bengkok. Bodoh tidaknya Baekhyun, ditentukan dengan jawabannya selanjutnya.

“Aku,” Baekhyun membuka mulut lalu memenggal kalimatnya secara dramatis membuat Irene menahan nafas, “Aku lebih memilih pekerjaanku.” katanya, di susul dengan kekehan pelan.

Irene diam-diam membuang nafasnya lega. Lalu…

“Apakah itu berarti Irene? Dia partner kerja anda bukan?”

Sialan. Pertanyaan macam apa itu? Wartawan itu benar-benar berusaha memojokkan mereka. Irene menggigit bibir bawahnya, merasa geram lantas mendongak untuk melihat wartawan dari situs berita mana yang menyerang mereka.

Ah, rupanya dia. Dia adalah orang yang sama yang mengajukan pertanyaan tentang untuk memilih Taeyeon ataukah Irene kepada Baekhyun sebelumnya.

“Karena aku menyukai pekerjaanku, maka tak terkecuali dengan partner kerjaku.”

Jawaban Baekyun yang ambigu  mengundang berbagai pertanyaan baru muncul dan seketika ruangan acara jumpa pers itu dipenuhi dengan riuh suara wartawan yang berebut mengajukan pertanyaan. Mereka terus saja berebut berbicara, sampai-sampai diantara mereka yang duduk di bagian paling depan mulai berdiri maju ke arah meja panjang hingga di tahan oleh beberapa penjaga yang bersiaga di sana. Keadaan semakin kacau ketika Baekhyun tak kunjung mengatakan apapun dan si juru bicara malah berkata bahwa acara jumpa pers kali ini akan segera di akhiri. Secara serempak orang-orang yang duduk di ruangan itu berdiri, masih mengajukan berbagai pertanyaan kepada Baekhyun dan Irene ketika keduanya dengan buru-buru di giring untuk meninggalkan ruangan. Tak sampai di situ, cahaya lampu kamera yang terus berkedip memburu gambar mereka juga ikut memeriahkan suasana.

Acara jumpa pers yang seharusnya bisa membuat situasi tenang, malah dikacaukan oleh Baekhyun sendiri.

 

***

 

Yang paling susah dari orang pendiam adalah, mereka tidak bisa menyampaikan pikiran mereka secara gamblang dengan tatanan kata yang apik dan bisa dimengerti. Begitu pula dengan Irene. Saat ini dia merasa marah, gusar, bingung kesal dan sedih menjadi satu. Bisa di bayangkan bagaimana rasanya? Ya, Irene sepertinya mau meledak. Bahkan yang lebih membuatnya kesal, ketika dirinya meminta penjelasan kepada Baekhyun, pria itu dengan santainya berkata bahwa itu semua demi kebaikannya juga.

Hah? Apakah dia tidak salah bicara?

“Bagaimana bisa seperti itu?” Irene dengan gusar menyisir rambutnya dengan jari, “Semenjak aku tersangkut scandal ini, hidupku sama sekali tidak tenang!” seru Irene, tidak peduli dengan tatapan beberapa staff yang saat ini juga berada di ruang ganti artis. Melihat tensi percakapan Irene dan Baekhyun yang jauh dari kata tenang, beberapa orang di ruangan itu bahkan pergi dari sana untuk menghindari cipratan kemarahan Irene.

Pernah mendengar bahwa marahnya orang sabar dapat membuat bulu kudu iblis berdiri? Irene bisa berubah menjadi mengerikan, kapan saja.

“Aku sudah bilang padamu kalau hubungan kita sudah di setting oleh perusahaan.” kata Baekhyun acuh tak acuh. Pria itu sedang duduk di sofa dengan santai sambil bermain-main dengan ponselnya seolah dia sedang berada di rumahnya sendiri.

“Di setting katamu?” kata Irene, dia berdiri di depan Baekhyun yang sama sekali tidak menatap wajahnya ketika gadis itu berbicara, sampai-sampai Irene Ingin meluncurkan ujung high heels-nya ke tulang kering Baekhyun.

“Irene, apa yang Baekhyun katakan benar,” kata manajer Baekhyun, membuat leher Irene berputar cepat kepadanya. Dia berkata bahwa manajemenlah yang telah mengatur semua ini agar Irene dan acara yang dia handle bisa di kenal oleh publik. Dalam kata lain, manajemennya sedang bermain-main dengan media, mengarahkan opini publik, dan mencari kesempatan promosi di sela-sela kekacauan ini.

Irene tertawa kering menyusul alasan panjang manajer Baekhyun padanya sebelum pada akhirnya dia  berkata, “Yeah, ini semua demi diriku. Kalaupun fans Baekhyun membunuhku sekalipun, ini semua demi diriku juga.”

“Mereka tidak akan sampai membunuhmu.” kata Baekhyun, kini dia telah meninggalkan ponselnya.

Oh ayolah. Kau pasti sedang bercanda.” cibir Irene, “Mereka tidak akan pernah menyentuh kulit gadis yang merebut oppa kesayangan mereka kan?” Irene mendengus. Menghentakkan kakinya, dan mendorong minggir manajer Baekhyun yang menghalangi jalannya. Dia ingin cepat-cepat pergi dari ruangan itu sejauh mungkin. Karena jika dia terlalu lama berada di ruangan yang sama dengan Baekhyun, Irene bisa benar-benar menendang tulang keringnya.

“Kau mau kemana?” seru Baekhyun ketika Irene mencapai ambang pintu.

“Aku mau memesan satu peti mati.”

 

***

 

Dengan kasar Irene meninju tombol lift setelah beberapa saat dia mengguman betapa tak becus dan tak masuk akalnya alasan Baekhyun sambil berjalan di sepanjang koridor. Dia benar-benar tak mengerti dari mana logika Baekhyun berasal. Bagaimana bisa Irene akan melewati hidupnya dengan tenang dan baik-baik saja jika setiap saat fans fanatik Baekhyun bisa menyerangnya dari belakang. Dan tadi Baekhyun juga bilang kalau mereka tidak sampai melukainya atau bahkan membunuhnya?

Ya, itu adalah lelucon yang tak lucu.

Bagaimana bisa Baekhyun begitu yakin kalau Irene tidak akan terluka setelah Baekhyun mengatakan jawaban ambigu yang bisa menjurus ke berbagai spekulasi dan berakhir pada Irene lah yang bersalah. Mau tak mau, siap tak siap, mulai besok Irene akan menjadi bulan-bulanan publik. Dan ini semua demi dirinya? Perusahaan manajemennya pasti sudah gila.

Suara ding pelan menandakan bahwa lift yang Irene tunggu sudah mencapai lantainya. Tak ada yang lebih melegakan bagi Irene selain lift kosong karena untuk saat ini Irene benar-benar ingin sendirian. Tapi setelah gadis itu berdiri di dalam kotak besi besar itu, dia baru menyadari bahwa dia tidak punya tempat tujuan. Ide pertama yang terlintas di pikirannya adalah, Irene ingin kembali ke apartemennya. Tapi itu tidak mungkin. Di luar gedung pasti masih banyak wartawan yang sedang menunggunya. Keluar dari gedung ini sama halnya dengan memberi umpan gratis kepada srigala lapar.

Belum selesai Irene berpikir ke lantai berapa dia akan pergi, lift yang menutup kini kembali terbuka dan menampakkan sesosok orang yang justru ingin Irene hindari.

Sorry, lift sudah penuh.” kata Irene ketus, lantas menekan salah satu tombol agar pintu lift kembali menutup.

Namun Baekhyun lebih cepat darinya. Kedua tangannya tahu-tahu saja sudah menahan dua sisi pintu lift yang hendak bergeser dan pada akhirnya pria itu berdiri terlentang, membuat penuh ambang pintu.

“Apa yang kau lakukan Byun Baekhyun? Aku tak mau berbagi lift denganmu.” kata Irene kesal, lantas mendorong tubuh pria itu agar pergi dari ambang pintu. Tapi tentu saja Baekhyun lebih kuat darinya. Seberapa kerasnya Irene mendorong tubuh pria itu, Baekhyun hanya bergeming disana sambil memperhatikan gadis itu terus mencoba menyingkirkannya.

“Kubilang pergi dari sini!” kata Irene hampir menangis, dia hampir menyerah dan akhirnya malah memukuli dada Baekhyun.

“Irene, hentikan!” perintah Baekhyun, tapi gadis itu masih saja dengan kesal mendorong dan memukul dadanya, memanfaatkan kesempatan Baekhyun yang sama sekali tidak memberikan perlawanan.

“Irene kita perlu bicara.” kata Baekhyun, kini dia merasakan dadanya terasa sakit setelah Irene terus saja memukulnya.

“Aku tak mau berbicara denganmu,” kata Irene. Kini dia menyerah, menyandarkan kepalanya di dada Baekhyun. “Pergilah dari sini, kumohon.” suara Irene berubah menjadi serak dan membuat Baekhyun terkejut.

“Kau menangis?” kata Baekhyun tapi Irene tetap saja diam. Akhirnya, Baekhyun melepaskan kedua tangannya dari pintu lift dan dengan sedikit kasar mendorong Irene  kedalam lift dengan dadanya, sedangkan dua tangannya yang lain melingkar di sekitar tubuh gadis itu.

“Menjauh dariku Byun Baekhyun.” kata Irene memberontak, mencoba melepaskan diri dari Baekhyun.

Baekhyun tak menunggu waktu lama sampai akhirnya dia merasakan tangan-tangan gadis itu menghujami tubuhnya dengan pukulan-pukulan terbaiknya. Pria itu tetap saja bertahan, sambil sesekali mengeratkan kedua tangannya yang melingkar di tubuh Irene, mencoba membuat gadis itu tenang. Tapi sayangnya tidak. Gadis itu tak berhenti menyerangnya hingga sampai akhirnya Baekhyun kehilagan kesabarannya. Dengan kasar salah satu tangannya meraih dagu Irene dan menariknya ke atas. Irene tak menyadari gerakan pria itu dan tahu-tahu saja dengan kasar pria itu menghisap bibirnya, bersamaan dengan pintu lift yang menutup.

Nasib sial ada di tangan mereka. Tanpa sepengetahuan keduanya, di ujung lain koridor terdapat moncong lensa kamera yang menangkap gerak-gerik mereka bahkan sejak Irene pertama kali datang menunggu pintu lift terbuka.

Kalau besok ada scandal yang lebih besar lagi datang, mereka akan mengatakan alasan apa lagi?

 

-fin-

Fiksi ini berpotensi menjadi sequel. Tapi aku ngga janji bisa update cepat ataukah malah ngga ada sequel karena ngga ada ide yang muncul. Haha. pantengin terus writing prompt. kali aja aku update sequel excuse

Regards ilachan.

Iklan

76 thoughts on “[Writing Prompt] Excuses

  1. Waa Baekhyun Irene… mmm couple aku jg sih.. hehe… tp ini gmna mksudnya.. Baekhyun ambigu penjelasanx… Suka apa nggak ni ma Irene. 🙂

  2. Hyaa.. biasku Baekhyun.. n aku jg suka Irene… 🙂
    si Baek ambigu, perasaan Baekhyun ke Irene.. dy suka apa nggak ma Irene.. 🙂

  3. Ping-balik: [Writing Prompt] Madness | Iruza Izate

Tell me

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s