[Writing Prompt] Seeing Red

seingred

100 Challenge Writing Prompts:
Seeing Red – 
Excuses series
Baekhyun/ Irene, Romance, PG

Previous:
Excuses -> Game -> Shades of Grey

Beberapa orang memiliki dua kepribadian ganda. Irene pikir hal tersebut hanyalah sebuah wacana dan hanya terjadi kepada orang yang ada di film-film. Tapi tanpa ia sangka, teryata disekelilingnya juga ada orang yang bertingkah laku seperti itu. Di depan orang lain, dia bisa berubah menjadi anak kucing yang menggemaskan, tapi beberapa saat kemudian dia bisa berubah menjadi singa lapar yang menyeramkan. Sifatnya bisa berubah secara drastis tanpa di sangka-sangka seperti ombak kecil yang tiba-tiba berubah menjadi tsunami. Irene pikir mustahil ada orang yang seperti itu di sekelilingnya, tapi dia berubah pikiran sejak ia mengenal Byun Baekhyun.

Di depan kamera, dia terkenal sebagai celebrity yang ramah dan menyenangkan. Dia pandai bicara dan sering mengeluarkan humor-humor tak terduga dari mulut cerdasnya. Dia gampang bergaul dengan orang-orang baru, dan karena sifatnya yang menyenangkan tadi, dia sering muncul di acara variety. Penggemarnya juga berpikir demikian. Selain itu, dia terkenal sebagai penyanyi yang bersuara merdu, dancer yang punya gerakan lembut seperti seni, dan aktor pendatang baru yang sedang naik daun, sifat-nya yang easy going merupakan nilai plus untuk dirinya dan itulah kenapa dia punya banyak penggemar.

Di kalangan teman-temannya dia dikenal sebagai mood maker team, terkenal yang paling ricuh dan tidak bisa berkata pelan. Namun dibalik sifatnya yang menjengkelkan itu tadi, Byun Baekhyun rupanya dikenal sebagai teman yang baik dan selalu perhatian dengan temannya. Dia hangat dan rupanya bisa di andalkan.

Namun anehnya, sifat-sifat baik yang pernah Irene dengar tentang diri Baekhyun tidak lagi berlaku jika Baekhyun sedang berhadapan dengannya. Itu bukan tuduhan semata, melainkan sebuah fakta konkrit yang berulang kali terbukti. Seperti halnya dengan apa yang telah Irene alami hari ini. Dia baru saja menyelesaikan acara MC-nya di salah acara musik bersama partner kerjanya, Park Bogum. Mereka berdua sedang mengobrol santai setelah pekerjaan mereka berakhir, sambil berjalan bersama di sepanjang koridor dan menuju ruang tunggu mereka masing-masing. Yang mereka lakukan tidak banyak, hanya berbasa-basi tak penting yang bagi Irene kelakuannya tidak akan membuat fans Bogum berani merutuknya. Sungguh, apa salahnya dengan sekedar berbicara dengan partner kerja? Irene tidak mengerti dimana kesalahannya, karena beberapa saat kemudian dia mendapatkan tikaman mata yang menyakitkan dari Byun Baekhyun.

Pria itu menunggu dirinya di ambang pintu ruang gantinya dengan dagu yang di angkat tinggi. Bogum yang sepertinya merasakan aura tak menyenangkan muncul dari Byun Baekhyun, buru-buru membungkukkan tubuhnya beberapa derajat sambil berpamitan dengan suara yang tergesa. Kalau saja Irene berani, Irene ingin mencegah Park Bogum pergi. Tapi apa boleh buat, setelah Baekhyun membalas salamnya dengan anggukan singkat, pria itu melesat pergi ke ruang gantinya yang berada di sisi lain koridor.

Ada banyak pertanyaan-pertanyaan ganjil yang tiba-tiba muncul di benak Irene. Sungguh tak habis pikir, kira-kira apa yang Byun Baekhyun pikirkan sehingga dengan begitu lancangnya dia berdiri di ambang pintu ruang gantinya dengan tangan terlipat? Apakah kali ini Irene punya salah kepadanya? Bukankah mereka berdua memang jarang bertemu? Seingat Irene, terakhir kali mereka bertemu adalah ketika Baekhyun diam-diam masuk kedalam mobilnya yang sedang terparkir ketika Irene tidur didalamnya. Jika dilihat siapa yang harus disalahkan, maka Baekhyunlah yang bersalah. Harusnya Irene lah yang merasa kesal kepada Baekhyun karena pria itu berani mengendap-endap masuk kedalam dan berkelakuan seperti penculik. Bukankah Irene yang harusnya marah, bukannya malah mendapatkan tatapan dingin yang menusuk?

“Apa yang kau lakukan?” kata Irene ketus namun jawaban Baekhyun malah lebih ketus.

“Masuk.” perintah Baekhyun yang langsung ditanggapi dengan putaran mata kesal dari Irene.

Lihat apa yang baru saja terjadi? Baekhyun baru saja memerintah Irene masuk ke ruang gantinya sendiri seolah dialah pemilik ruangan itu. Ingin rasanya Irene menghantam belakang kepala pria itu dengan benda tumpul semacam pot bunga, tapi hal itu tak bisa Irene lakukan apalagi dengan decakan bibir mengesalkan Baekhyun yang menyuruhnya cepat masuk. Gadis malang itu tak punya pilihan. Dia akhirnya menurut, dan mengikuti Baekhyun masuk kedalam ruang ganti.

Belum jauh Irene masuk lebih dalam, kakinya berhenti bersamaan dengan suara pintu yang tertutup. Matanya yang berkeliling seketika mengetahui bahwa ada yang ganjil dari ruang ganti. Ruangan itu kosong. Tanpa crew, tanpa penata rias, tanpa penata bajunya yang cerewet dan tanpa pula manajer. Ruangan itu hanya menyisakan barang-barang mereka yang di tinggal begitu saja seolah-olah mereka tiba-tiba menghilang ketika melakukan sesuatu. Lagi pula, tak mungkin manajernya meninggalkan Irene pergi sendirian. Dan tentu saja, siapa lagi kalau bukan Byun Baekhyun pelakunya.

“Aku tahu kalau tak akan mau bertemu denganku.” kata Baekhyun seolah membaca isi kepala Irene, berjalan pelan sebelum akhirnya meluncur santai ke atas sofa terdekat, “Untungnya manajer dan crew mu mau diajak bekerja sama.”

“Kau mengusir mereka?” kata Irene, mulutnya hampir menganga.

“Aku tak mengusir mereka,” Baekhyun mengedikkan bahu, “Tapi mereka lah yang mau aku suruh pergi. Mereka benar-benar baik hati.”

“Dan kau benar-benar jahat.”

“Aku sudah sering mendengarnya darimu.”

“Aku hanya membuatmu ingat,” Irene tak acuh melewati Baekhyun dan duduk berhadapan dengan cermin. Dia mengambil selembar tisue dan mulai menyeka keringatnya, “Cepat katakan, apa yang ingin kau katakan. Aku ingin penata rias ku kembali.”

“Sebenarnya aku hanya ingin tahu keadaanmu.”

Mengejutkan? Tentu.

Byun Baekhyun tidak pernah gagal membuat Irene terkejut. Baru beberapa saat yang lalu Baekhyun menatapnya dengan mata merah seperti banteng yang diganggu matador, kini dengan santai dia berbicara seolah dia adalah orang yang paling perhatian kepadanya.

“Bagaimana keadaanmu? Apa kau meminum vitamin yang aku berikan?” lanjut Baekhyun yang tanpa ia sadari seketika mendapatkan tatapan setengah jijik dari Irene lewat bayangan cermin.

“Aku tak membutuhkannya,” Irene membersihkan lipstik merah yang ada di bibirnya, lalu mengedikkan bahu, “Tapi terimakasih.”

“Kau harus meminumnya.” kata Baekhyun, tanpa sengaja mereka bertukar pandang lewat bayangan cermin.

“Aku tak butuh perhatianmu Byun Baekhyun.” kata Irene, mencoba mengabaikan wajah tanpa ekspresi Baekhyun di cermin dan kembali membersihkan sisa lipstiknya, “Ketika kau berusaha baik kepadaku aku malah merasa takut.”

Itu adalah pernyataan terjujur yang pernah Irene ucapkan kepada Baekhyun. Sejak pertama kali Irene bertemu dengan Byun Baekhyun, dia selalu saja mendengar bahwa Byun Baekhyun adalah orang yang ramah dan menyenangkan. Pada mulanya Ia berharap bisa bekerja bersama Baekhyun karena dia sepertinya memang seorang pria yang baik dan sopan. Irene mencoba membuka diri kepadanya dan dia menjadi satu-satunya celebrity pria yang ingin Irene kenal. Tapi dugaannya berubah terbalik sejak mereka berdua terjerat scandal sepele yang semakin dibuat parah oleh Baekhyun. Dia membuat segala sesuatunya semakin rumit hingga berdampak pada karir yang baru Irene rintis. Dan sejak saat itu Irene tidak lagi bisa percaya kepada Byun Baekhyun. Sebaik apapun Byun Baekhyun di mata teman-temannya, hal itu tidak akan terjadi kepada Irene. Karena bagi Irene, Byun Baekhyun adalah orang termunafik yang pernah ia temui. Bagaimana bisa orang-orang termakan oleh tipu dayanya dan wajahnya yang polos? Asal tahu saja, dia adalah srigala berbulu domba yang sebenarnya.

“Kenapa kau merasa takut?” Baekhyun tersenyum tipis, mengerikan, “Aku mencoba berbaik hati kepadamu.”

“Dengar,” dengan cepat Irene berputar di kursinya dan langsung bertukar pandang masam kepada Baekhyun, “Di sini tidak ada siapapun jadi kau tidak usah berpura-pura baik kepadaku. Aku tahu kalau semua ini adalah rencanamu untuk membuatku kesal. Aku tidak akan lupa kalau semua hal yang kau lakukan kepadaku adalah bagian dari permainanmu. Aku tak akan lupa itu.”

Hal pertama yang Irene pikirkan setelah ia menutup mulut adalah, Baekhyun akan berbalik menyerangnya dengan kata-kata tajam. Tapi tidak, pria itu justru diam menyilangkan kakinya untuk membuat dirinya semakin nyaman duduk di sofa, sebelum akhirnya mendengus meremehkan.

“Jadi apakah itu berarti kau bersedia ikut dalam permainanku?” kata Baekhyun dengan tempo yang di ulur-ulur. Dia berhenti sejenak kemudian secara mengejutkan berdiri dari sofa, “Kau tahu cara mainnya bukan?”

Irene diam saja. Dia tak berani berbicara dan memperhatikan pergerakan Baekhyun dalam diam.

“Kalau kau bersedia ikut dalam permainanku, kau harus mengikuti cara mainnya.” kata Baekhyun memasukkan kedua tanganya kedalam kantong celananya, “Kau sendiri sudah tahu bahwa semua orang mengira kita berdua sedang terlibat hubungan khusus meski sebenarnya tidak. Scandal ini tidak bisa diluruskan karena media telah menyebarkan fakta palsu yang konkrit. Kau tidak lupa dengan foto kita berdua di lift bukan? Foto itu belum tersebar selama satu bulan. Berita tentang kita selalu menjadi topik terhangat. Jadi kita tak punya pilihan lain selain meng-iya-kan scandal ini atau tetap menutup mulut dengan rapat.”

“Apa maksudmu?”

“Maksudku,” Baekhyun berjalan pelan mendekati Irene yang terlambat menyadari bahwa dirinya tak bisa melarikan diri, “Kalau kau masuk dalam permainan ini, kau harus bermain dengan benar.”

Jari-jari kurus Baekhyun tiba-tiba saja sudah menyentuh kedua pundak irene dan memutar tubuh gadis itu bersamaan dengan kursi putar yang ia duduki menghadap cermin. Mereka berdua kini kembali bertukar pandang melewati cermin dan Irene bahkan bisa melihat setiap detail wajah Baekhyun yang mengerikan tak jauh dari lehernya.

“Kau harus berpura-pura menjadi kekasihku karena semua orang mengira begitu.” desis Baekhyun, dan dari pantulan cermin Irene bisa melihat bibirnya begitu dekat dengan telinganya, jelas membuat si gadis bergidik.

“Dan itu berarti,” tangan Baekhyun kini mulai berjalan bermain-main dengan rambut Irene sebelum akhirnya menyentuh pucuk kepala gadis yang berdiam diri kaku. “Kau harus menjauh dari laki-laki lain. Aku khawatir  orang-orang akan mengira bahwa dirimu adalah seorang gadis yang tak setia. Mereka akan mengira kau gadis genit. Sudah punya kekasih tapi mau didekati pria lain?”

“Omong kosong apa…”

“Jauhi Park Bogum. Rasanya aku ingin meninju TV ketika kau muncul bersama dia.” kata Baekhyu tiba-tiba, mengejutkan Irene, “Atau kau akan berada pada masalah besar.” katanya, diakhiri dengan mengusap lipstik yang tersisa di ujung bibir Irene dengan ibu jarinya, lantas kembali berdiri tegak sambil menjilat ibu jarinya yang bernoda merah. Baekhyun tersenyum tipis kepada Irene yang ganti menatapnya dengan tatapan geram, sebelum akhirnya pergi dari ruang ganti dan meninggalkan Irene yang menarik banyak sekali tisue lantas mengusapkannya dengan kasar ke bibirnya sendiri.

Betapa menjengkelkannya.

Lihat? Itulah kelakuan baik Byun si malaikat yang sering orang lain eluh-eluhkan. Bukankah dia benar-benar baik sekali? Begitu perhatian kepadanya, hingga semua aspek kehidupan milik Irene juga ikut ia atur. Dia pikir dia siapa? Menyuruh dirinya berpura-pura menjadi kekasihnya di depan publik? Dan apa katanya tadi? Dia menyuruh Irene menjauhi Bogum? Dan dia ingin meninju televisi ketika melihat Bogum berdiri menjadi pembawa acara bersamanya? Itukah yang membuat Byun Baekhyun kesal? Itukah yang membuat Byun Baekhyun geram ketika bertemu dengan Park Bogum tadi? Sungguh, dia benar-benar seperti banteng murka yang melihat kain merah matador yang melambai. Sungguh dia benar-benar si munafik nomer satu.

-fin-

Baekrene is back XD. Fic ini belum aku edit dan belum aku baca ulang. kalau ada typo atau salah penulisan bisa langsung komen. So, siapa yang merindukan series ini? 😀

Iklan

38 thoughts on “[Writing Prompt] Seeing Red

Tell me

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s